Natural Crystal - Natural Gemstones Indonesia - Crystal Lim

Tombol Invite Otomatis




Language

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

 

Tasbih Budha jamapala black tourmaline

Natural black tourmaline jamapala Budha 108 butir 6 mm

Origin : Brazil 

Lebih detail


Rp499,000

 

Secara etimologis mala (माला ) berasal dari bahasa Sanskrit yang berarti karangan bunga (garland), hal ini dikarenakan mala disusun seperti karangan bunga yang dirangkai dengan menggunakan seutas tali. Arti lain dari mala adalah "karangan bunga dari atas" (garland from above) atau "karangan bunga surgawi" (heavenly garland) karena disesuaikan dengan sifat aktif dari praktek Buddhisme yakni bahan atau objek mala yang biasa digunakan sebagai alat untuk menuju pada kebajikan bagian dari pencerahan.
Setiap sekte Buddha memiliki kegunaan yang berbeda untuk Mala, namun kegunaan utamanya adalah untuk menghitung jumlah doa. Ini juga sebagai symbol yang mengindentifikasikan seseorang yang mengikuti jalan Buddha. Setiap sekte Buddha memiliki gaya khusus untuk Mala. Ada yang berukuran kecil untuk pergelangan tangan dan ada pula yang besar. Biji-bijiannya ada yang terbuat dari tulang, kristal, kayu pohon Bodhi, bambu, batu koral atau beberapa bahan materi lainnya. Jumlah biji-bijiannya bervariasi tetapi total jumlah yang paling umum adalah 108. Total jumlah 108 dimaksudkan mewakili ke 108 keinginan duniawi manusia.
Mala memiliki nilai yang sangat agung karena berfungsi untuk membantu pelatihan konsentrasi mental dan pikiran pada obyek tertentu serta peningkatan iman.
Awal mula interpretasi  terikat dengan fungsi yang agung dari mala dapat di jumpai pada kisah Buddha Sakyamuni sebagai berikut :  “pada waktu Sakyamuni, penemu Buddha Dharma, mengunjungi raja vaidunnya, sakyamuni menyuruh kepada sang raja untuk membuat untaian 108 biji-biji bodhi pada benang atau tali yang indah, kemudian ketika untaian biji-biji bodi tersebut melawati di antara jari-jari sang raja maka sang raja harus mengulang kata “keagungan Buddha, keagungan hukum-hukum Dharma dan keagungan sangha” sebanyak 2000 X sehari (Louis dubin, the history of bread, 1987 ).

 

 

Cart  

(empty)

Login/Register

User Online

User Online: 2
Today Accessed: 395
Total Accessed: 78564
Your IP: 54.196.190.32